Sabtu, 14 Juli 2012

Harga Kopi Di Temanggung Melonjak




TEMANGGUNG




Petani kopi di Kabupaten Temanggung  saat ini bisa menikmati keuntungan 

menyusul harga melonjak di pasaran. Lonjakan harga kopi produksi kebun rakyat 

dipicu menipisnya stok kopi di pasaran, karena musim panen diperkirakan baru 

terjadi akhir Juni 2012. 
     


Sejumlah petani kopi di Candiroto menuturkan, Kopi robusta petikan merah awal 

April 2012, saat ini rata-rata harganya berkisar Rp 6.000 per kilogram. Untuk kopi 

biji kering, harganya mencapai Rp 22.000 sampai Rp 23.000 per kilogram. T

Tingginya harga kopi  dipengaruhi karena persediaan kopi di pasaran semakin 

berkurang. Sedang saat ini belum  masuk masa panen. Oleh karena itu  yang bisa 

menikmati keuntungan khususnya bagi petani yang menyimpan kopi  pedagang 

atau pengumpul. Produktivitas kopi robusta biasanya ketika musim panen bisa 

mencapai 1,5 ton per hektar.



     



Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi  Rony Nurhastuti 

menjelaskan, kopi-kopi simpanan hasil panen 2011 mulai dilepas  di pasaran ketika 

harga mulai melonjak tinggi  Stok kopi lama, yang sudah disimpan justru banyak 

diminati, karena aromanya lebih kuat dibanding kopi yang baru di panen. 

(Hms12/Edy Laks)

www.temanggungkab.go.id

Jumat, 13 Juli 2012

“KI AGENG MAKUKUHAN HALL” DIRESMIKAN




TEMANGGUNG, Akhirnya setelah lima tahun akhirnya gedung kebanggaan masyarakat kedu diresmikan, Kamis (12/7). Ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Temanggung Drs. Hasyim Afandi dan dihadiri Muspika dan mantan-mantan camat kecu, BPD, serta Masyarakat Desa kedu. Sebelumnya juga diawali jalan santai yang diikuti mayarakt dan para pelajar dengan star dan finis di Gedung “KI AGENG MAKUKUHAN HALL”. Gedung Ki ageng makukuhan hall dibangun dengan bangunan induk 27 meter x 18 meter dan tinggi 11 meter, Bangunan selasar panjang 12 meter x  6 meter dan tinggi 4,5 meter serta Bangunan teras depan panjang 9 meter x 6 meter dengan tinggi 5 meter.
     



Dalam sambutanya Bupati menyampaikan walau sampai dengan tahun kelima gedung ini baru selesai pembangunannya, tapi kita patut bangga dan bersyukur setiap saat atas berdirinya gedung ini.
     



Ditambahkan, gedung ini walau sudah diresmikan tetap harus sedikit demi sedikit kita sempurnakan, tambah ruang-ruang yang dibutuhkan misanya ruang transit.
     



Gedung yang dinamai Ki Ageng Makukuhan Hall sampai dengan tahun ke lima ini telah memakan dana 611 juta. Dana berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Desa Kedu sebesar 475,8 Juta dan Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar 135 juta. 
     



Dalam laporannya Kepala desa Kedu Purnomo Hadi melaporkan pembangunan gedung ini dibangun dalam rangka memnuhi kebutuhan masyarakat akan gedung Pertemuan dan gedung olah raga yang memadai. 
     



Dengan berhasilnya dibangun gedung ini masyarakt kedu telah mempunyai gedung yang diimpikan dan sebagai gedung kebanggaan yang nantinya dijadikan ajang pementasan wayang kedu, yang merupakan babonnya wayang dunia secara periodik sebagai media pelestarian peninggalan budaya adiluhung hasil karya dalang “Ki Lebdo Jiwo” yang dibuat pada tahun 1495. Serta diharapkan dengan gedung olah raga ini dapat melahirkan putera daerah yang berprestasi  dibidang olahraga khususnya bulu tangkis.


(Hms12/miDjan/pakDhe)

Truk Blong, Penjual Timol Tewas Tergilas


Ivan Aditya | Sabtu, 14 April 2012 | 08:27 WIB | Dibaca: 189 | Komentar: 1

Truk terguling setelah menabrak tembok pagar dan menghantam mobil Avanza. (Foto : Ariswanto)

WONOSOBO (KRjogja.com)- ISS - Truk muatan barang-barang kelontong bernomor polisi (nopol) R-1870-GA diduga mengalami rem blong dan menabrak pagar tembok serta menghantam mobil Avanza AA-9430-HF yang diparkir di depan Kantor Kecamatan Kertek di Jalan Raya Wonosobo - Parakan, Jumat (13/4). Tabrakan karambol ini mengakibatkan seorang penjual makanan timol keliling sedang mangkal di lokasi kejadian tewas tergilas dan seorang pegawai kecamatan mengalami luka-luka.
Kecelakaan karambol tersebut bermula dari kendaraan truk dari arah Parakan yang mengalami rem blong di turunan tajam yang dikenal jalur maut di Jalan Raya Wonosobo-Parakan. Tepat di depan Kantor Kecamatan Kertek, truk yang kehilangan kendali oleng ke seberang jalan dan menghantam pagar tembok PO Barito Pariwisata.
Truk akhirnya terguling dan terhenti di tengah jalan setelah menabrak mobil Avanza dan seorang pedagang makanan timol keliling di ketahui bernama Samsudin, warga Desa Campursari Kecamatan Kertek hingga mengalami luka serius di bagian kepala dan tubuhnya. Sepeda onthel milik pedagang timol ini pun hancur tak berbekas. Nyawa penjual timol akhirnya tidak tertolong setelah di bawa ke RSI Wonosobo. Satu korban lagi seorang pegawai kecamatan, Halimudin hanya mengalami luka-luka.
Supir truk yang ketakutan diamuk massa langsung melarikan diri. Sementara kendaraan truk terguling dan melintang di tengah jalan sempat memacetkan Jalur Utama Wonosobo-Parakan. Begitu juga mobil Avanza milik pegawai Kecamatan Kertek, Harsono (45), mengalami rusak parah. Bagian depan mobil tampak ringsek dan roda depan terlepas. (Art)

Tanah Bergemuruh, 243 Jiwa Mengungsi



TEMANGGUNG, KOMPAS.com- ISS - Sebanyak 70 keluarga yang terdiri dari 243 jiwa di Dusun Kedopokan, Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, terpaksa mengungsi setelah sebelumnya mendengar suara gemuruh dari tanah sekitarnya, Rabu (9/ 5). Mereka khawatir, suara gemuruh tersebut akan diikuti oleh gerakan tanah yang kemudian menimbulkan bencana longsor.

Sekretaris Desa Tlogopucang, budi Pranyoto, mengatakan, suara gemuruh yang sangat keras tersebut terdengar pada Rabu dinihari pukul 02.00 WIB, dan pukul 08.00 WIB.

Segera setelah mendengar suara gemuruh untuk kedua kalinya, warga pun segera beramai-ramai mengungsi ke TPQ, dan ke rumah sanak saudara terdekat yang dianggap lebih aman, ujarnya.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, warga pun mengungsi sembari membawa ternak mereka.

Sebelumnya seminggu lalu, terjadi retakan tanag dengan lebar berkisar 10-30 sentimeter, sepanjang 200 meter. Terjadinya retakan ini tidak disertai suara gemuruh. Selain itu, seminggu lalu juga terj adi longsor di 13 titik, dengan longsor yang cukup parah tersebar di delapan titik.

Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung telah turun ke lapangan dan memberi bantuan logistik untuk para pengungsi. 
Editor :
Robert Adhi Ksp

Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan di lereng Gunung Sumbing,




Minggu, 20 Mei 2012 07:59 WIB | 1360 Views

Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan di lereng Gunung Sumbing, 



Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah (ANTARA/Anis Efizudin)

Temanggung (ANTARA News) - Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan di 



lereng Gunung Sumbing, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah dan telah 


berhasil dievakuasi pada Sabtu (19/5) malam.

"Sesosok mayat, Sabtu malam berhasil diturunkan dari Lereng Gunung 


Sumbing melalui jalur Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo. Kondisi mayat 


sudah rusak dan sulit dikenali," kata Kapolsek Tembarak, AKP Agus Rizal di 


Temanggung, Minggu.

Ia mengatakan, evakuasi dilakukan tim gabungan, antara lain dari dari Polres, 



SAR, dan PMI Temanggung.

Mayat tersebut ditemukan warga di kawasan hutan Perhutani petak 27B, 


sekitar tiga kilometer dari puncak Gunung Sumbing.

Ia mengatakan, belum diketahui penyebab kematian mayat yang diduga telah 



meninggal satu bulan lalu.



"Belum diketahui secara pasti korban seorang pendaki atau bukan karena 


tidak ditemukan perlengkapan pendakian di sekitar lokasi penemuan jenazah," 


katanya.

Agus menuturkan, jenazah ditemukan masih lengkap dengan pakaiannya, 


yakni mengenakan kaos berwarna hitam merah, celana jins, dan sandal jepit 


warna hijau.

"Bagi masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya dengan ciri tersebut 


dapat menghubungi kepolisian terdekat," katanya.


Jenazah tersebut kini berada di kamar jenazah Rumah Sakit Umum 



Temanggung untuk diotopsi. (ANT)

Editor: B Kunto Wibisono

HRGA KERANJANG TEMBAKAU MENCAPAI RP.150.000



Temanggung,



Tyo (32), petani tembakau asal Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, Minggu kemarin  mengeluhkan mahalnya harga keranjang tembakau yang mencapai ratusan ribu rupiah. Berdasarkan pengalamannya harga baru akan naik menjelang panen raya bulan Agustus.Tahun-tahun sebelumnya, pada bulan Juni-Juli harganya cuma Rp 60 - Rp 70 ribu per kepok (dua keranjang satu tangkup), namun  sekarang sudah mencapai Rp 150 ribu. Sejumlah pedagang keranjang tembakau di Terminal Parakan menuturkan, harga keranjang di tempatnya, bervariasi tergantung kualitas mulai Rp 100 ribu-Rp 200 ribu per kepok. Tingginya harga karena dia menyesuaikan harga kulak dari perajin.
     



Ada kecenderungan para petani langsung mengambil keranjang dari tempatnya para juragan (cukong), sehingga pedagang keranjang sepi pembeli. 
     



Ditengarai tengkulak besar jauh-jauh hari telah memesan keranjang dalam partai besar kepada beberapa perajin dengan harga murah. Namun, kemudian dijual ke petani dengan harga tinggi. Akibatnya, harga dipasaran sekarang juga ikut melambung tinggi.(HMs12/Edy Laks).

Ribuan Petani Tembakau akan Demo di Jakarta



TRIBUNNEWS.COM, TEMANGGUNG - Sekretaris Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Temanggung, Agus Setyawan mengatakan, ribuan petani asal Temanggung akan bergabung dengan rombongan petani dari Wonosobo, Kendal, Boyolali, Kudus, Jawa Timur, dan Jawa Barat di Jakarta untuk menolak RPP tembakau.
Agus menyebutkan, ada sekitar 100 bus dari Jawa Tengah untuk mengangkut petani berangkat ke Jakarta. Sedangkan di Temanggung, terdapat beberapa titik kumpul pemberangkatan, yakni Alun-Alun Temanggung, Parakan, Ngadirejo, dan Candiroto.
Menurutnya, penolakan terhadap RPP tembakau akan dilakukan dua hari di Jakarta. Pada hari pertama, Selasa (3/7/2012) aksi demontrasi akan berlangsung di Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Kementerian Hukum dan HAM, dan Kementerian Kesehatan.
Pada hari kedua, demonstrasi akan dilakukan di beberapa lembaga antitembakau, yaitu di Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan di Indonesian Coroption Watch (ICW).
Laporan Wartawan Tribun Jogja, Mukh Nur Huda

Ratusan Para Petani Tembakau Blokir Jalan Rasuna Said



Ribuan petani tembakau dari berbagai desa, Kamis (22/12/2011) sekitar pukul 10.00 mulai menutup jalur jalan pantura Jateng, tepatnya di pertigaan Unggup Unggup, Desa Wonotenggang, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal. 
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nicolas Timothy
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ratusan petani tembakau yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonsesia (APTI) menggelar aksi demo di depan Kementerian Kesehatan, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (3/7/2012).
Para petani menganggap RPP Tembakau akan mengancam mata pencaharian mereka sebagai petani.
"Kami ini takut lapar, makanya jangan sampai pertanian tembakau hilang akibat RPP Tembakau," kata Sekertaris APTI Jawa Tengah, Agus Setiawan di depan Kemenkes.
Pantauan Tribunnews.com, sekitar 300 petani tembakau menutup jalan Rasuna Said sambil membawa perangkat aksi seperti spanduk-spanduk yang isinya menolak diberlakukannya RPP Tembakau.
Akibatnya, kendaraan yang melintas di jalan Rasuna Said harus rela mengantre untuk masuk ke jalur busway sehingga kemacetan pun tak terelakkan.
Rencananya, ratusan petani tembakau akan menggelar aksi lagi di depan Kementerian Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Kemenkokesra) usai berorasi di Kemenkes.
"Kami berencana melakukan orasi di Kemenkokesra setelah berorasi di sini (Kemenkes)," kata Agus Setiawan.

Statistik Pengunjung