Sabtu, 14 Juli 2012

RITUAL WIWITAN NDUNGKAP PANEN TEMBAKO


Informasi Seputar Sindoro- Masyarakat ing ereng-erenging Gunung Sumbing, kemis esuk (12/7) nggelar ritual wiwitan. Ritual kasebut mujudake tradhisi turun temurun saben ngancik mangsa panen mbako. Ritual wiwitan ancase supaya panen raya samengko antuk berkah saka Gusti Kang Maha Agung temah ngasilake mbako kang paling apik.
Sadurunge nggelar ritual, masyarakat Desa Legoksari Kecamatan Tlogomulyo Kabupaten Temanggung ngarak tumpeng lan sajen cacah pitu saka desa tumuju perkebunan mbako kang bakal dipanen. Gunggunge tumpeng pitu ngemu werdi pitulungan tumrap among tani mbako. Ritual kawiwitan methik mbako sepisanan dening Muspida Temanggung kang banjur didongani sesepuh Desa Legoksari.
Sawise didongani, kabeh warga Desa Legoksari nuli ngucap syukur marang Gusti kang dibacutake acara mangan bareng tumpeng pitu sarta sajen ing lahan tetanen.
Miturut Kepala Desa Legok Sari, Subakir, tradisi iki yaiku tradisi turun temurun kang kagelar ndungkap penen mbako. Ritual wiwitan mengku makna wiwit utawa wiwitan panen. Kaajab lumantar ritual kasebut asiling panen bisa akeh lan mbakone bisa payu kanthi rega kang apik. (Rahardian Setiawan - Temanggung)

Sumber :
MANTEB.com 

REGI WIJI KOPI MANDHAP


Informasi Seputar Sindoro - Regi isi kopi garing menapa dene teles mliginipun kangge jinis kopi arabika ing Kabupaten Temanggung, salebeting setungal minggu menika kalebet mandhap. Kawontenan kasebat anjalari para among tani was kuwatos amargi menawi reginipun mboten enggal sae saged anjalari among tani nandhang kapitunan.

Regi isi kopi teles ing tataran among tani wekdal samangke ing saben kilonipun namung nggayuh kawan ewu rupiah utawi saben kilonipun mandhap kalih ewu rupiah. Wondene regi isi kopi garing ingkang padatan ing saben kilo wolu las ewu rupiah, samangke dados nem belas ewu rupiah. Mandhapipun regi isi kopi kasebat sampun wiwit dipun raosaken salebeting setunggal minggu menika.

Miturut satunggaling among tani kopi ing wewengkon Gemawang, Mismin, regi isi kopi watawis tigang dinten kepengker ing sawetawis wekdal sae watawis gangsal atus rupiah. Ananging samangke tansah mandhap ngantos ing saben kilonipun kalih ewu rupiah. Mismin mboten ngertos ingkang anjalari mandhapipun regi isi kopi. Ananging kakinten amargi samangke mujudaken panen raya kopi dados stok-ipun kathah. Kajawi menika, wontenipun ingkang mainaken regi ing tataran bakul saged anjalari regi kopi mandhap. Mangertosi barang ingkang kathah, para bakul tansah nawa kanthi regi sak sekecanipun.

Kanthi regi isi kopi ingkang wonten samangke, para among tani kopi ing temanggung panci mboten nandhang kapitunan ananging para among tani ugi mboten angsal asil babar blas. Para among tani namung ngaken was kuwatos menawi regi kopi mboten enggal sae saha tansah mandhap satemah saged anjalari among tani nandhang kapitunan menapa malih ndungkap panen raya kopi. (Rahardian Setiawan - Temanggung)

Sumber:
MANTEB.com

2 WARGA TEMANGGUNG PEMAKAI PUTAW DITANGKAP POLISI

Informasi Seputar Sindoro - Satuan Reserse Narkoba Polres Temanggung kembali  menangkap dua warga yang diduga sebagai pemakai putaw. Dari tangan para pelaku, petugas menyita satu  paket putaw seberat 0,10 gram. Kedua warga tersebut adalah Rio dan Gandhi. Keduanya adalah warga Banyutarung Kelurahan Temanggung 2, Kecamatan Temanggung. Para pelaku berhasil dibekuk polisi  di daerah Teminabuhan Kelurahan Temanggung.

Menurut tersangka, Rio, dirinya menggunakan putaw hanya coba-coba  dan baru sekali. Barang tersebut dia beli dari seseorang warga Jogjakarta via SMS. Satu paket putaw ia beli dengan harga seratus ribu rupiah. Keduanya bakal dijerat dengan pasal 112 dan pasal 114 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal  4 tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara.

Di Semarang, wanita kurir ganja tersebut diketahui bernama Sri Wahyuni, warga kampung Kismorejo Kelurahan Mojosongo Kecamatan Jebres, Surakarta. Sri Wahyuni ditangkap petugas Resnarkoba Polda Jawa Tengah di depan rumahnya saat wanita 27 tahun ini akan mengirimkan barang haram tersebut kepada seseorang.

Sri Wahyuni tidak dapat berkutik ketika bungkusan tas plastik berwarna hitam yang dibawanya digeledah petugas. Dari penggeledahan tersebut petugas mendapati enam bungkus ganja kering dengan berat total mencapai 4,2 kilogram. Penangkapan tersangka ini berawal dari pengembangan kasus dari salah satu tersangka lain yang sudah berhasil tertangkap polisi.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita enam bungkus ganja kering dengan berat total 4,2 kilogram dan satu buah alat timbangan. Atas perbuatannya tersangka dijerat undang-undang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara. Kini polisi masih memburu kakak ipar tersangka pemilik barang haram yang diduga terlibat dalam jaringan Narkotika di Surakarta. (Rahardian Setiawan - Temangung / Suryo Wicaksono - Semarang)

Sumber :
Manteb.Com

4 Sungai di Temanggung Tercemar Zat Kimia

Air di umbul jumprit masih aman dari pencemaran. (Foto: Zaini A)

TEMANGGUNG (ISS) - Hasil uji labolatorium Badan Lingkungan Hidup (BLH) kabupaten Temanggung menemukan kandungan air di sumber air dan empat sungai besar yang mengalir di wilayah tersebut tercemari zat kimia.

Kepala BLH Kabupaten Temanggung, Andristi, Selasa (10/7) mengatakan tiap tahun BLH bekerjasama dengan labolatorium terakreditasi di Jawa Tengah melakukan pengambilan sampel air untuk uji laboratorium
kualitas air di sumber air Jumprit di Kecamatan Ngadirejo, sungai Kuas, Galeh dan Pacar di Kecamatan Temanggung, serta sungai Progo di Kecamatan Kranggan.

" Penelitian untuk mengetahui perkembangan kualitas air, dari tahun ke tahun. Dan di 2012 rencana penelitian sekitar Agustus atau September," kata Andristi.

Diterangkan uji laboratorium menggunakan delapan parameter, yakni untuk mengetahui kandungan oksigen (DO), sianida, total fosfat, seng (Zn), biological oxygen demand (BOD), tembaga, total coliform, dan fecal coliform.

Berdasarkan hasil uji laboratorium tersebut, kadar DO di mata air Jumprit diketahui  melebihi mutu air kelas II, yakni 6,2 mg/liter dari kadar yang diperbolehkan 4 mg/L. Sebaliknya, kadar DO di sungai Pacar justru menurun menjadi 3,8 mg/L. Penyebabnya ada konsentrasi bahan pencemaran seperti limbah.

Kadar BOD sungai Pacar tercatat 4,9 mg/L, atau lebih tinggi dari standar 3 mg/L. Kadar nitrit (No2-N) sungai Pacar juga melebihi standar 0,06 mg/L, yakni mencapai 0,0923 mg/L.

Di sumber air Jumprit, untuk di kolamnya kandungan air masih aman, namun pada air  yang mengalir di saluran dibawah kolam harus dimasak dahulu sebelum dikonsumsi.

Sedangkan kandungan air di sungai Galeh tercemar oleh sianida yang kadarnya melebihi standar baku mutu, yakni 0,25 mg/L dari standar 0,02 mg/L. Sianida merupakan bahan pencemar anorganik. Ion sianida punya aktivitas yang kuat terhadap banyak ion logam.

Bahan sianida terangnya banyak digunakan pada industri pembersih logam dan pengelasan listrik. Sianida merupakan gas utama efluen pencemar dari dapur-dapur gas dan oven batubara. Kondisi ini lantaran bantaran Sungai Galeh merupakan lokasi pemukiman, rumah sakit, industri pengelasan, dan ada aktifitas penambangan galian c.

Diterangkan, total fosfat yang melebihi standar baku mutu air kelas II terdapat di sungai Kuas, yakni 0,282 mg/L dari standar yang dibolehkan 0,02 mg/L.

Kandungan seng (Zn) di sungai Kuas juga lebih dari standar baku mutu sebesar 0,05 mg/L karena mencapai 0,0837 mg/L.  Kandungan seng berasal dari limbah las, logam, dan patri.

Di sungai Progo tercatat kandungan tembaga sebesar 0,025 mg/L, melebihi standar baku mutu sebesar 0,02 mg/L. Tembaga ini berasal dari logam dan limbah industri domestik.

Disampaikan untuk kandungan total coliform dan fecal coliform di empat sungai, yakni Galeh, Kuas, Pacar, dan progo juga melebihi standar jumlah 1.000 ml untuk total coliform, dan 100 ml untuk Fecal Coliform. Berbeda dengan Jumprit yang masih tergolong normal untuk kandungan dua bahan tersebut.

Dikatakan, kandungan total coliform dan fecal coliform sungai Galeh dan sungai Kuas masing-masing mencapai 280.10 pangkat 5 jumlah /1000 ml. Sungai Pacar 280.10 pangkat 6 jumlah / 1000 ml. Sungai progo 280.10 pangkat 4 jumlah/1000 ml.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, dr Supardjo menambahkan, Dinkes telah mengambil sampel air di sejumlah sumber air PDAM di wilayah itu untuk diteliti di laboratorium.  " Untuk hasil penelitian labolatorium masih diteliti ulang, guna memastikan hasil," katanya. (Osy)

Sumber :

KRjogja.com

Dua pemuda tewas tenggelam di sungai Progo Temanggung


Nasib nahas menimpa Handoko (21), dan Bagus Danar Suhendro (20), keduanya hilang terseret arus air di Kedung Pendem, Sungai Progo, di Kampung Kerikil, Kelurahan Walitelon, Temanggung. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun merdeka.com, Jumat (13/7) di lokasi, dua pemuda asal Desa Muntung, Kecamatan Candiroto, ini kali terakhir diketahui tengah bermain di sungai dengan kedalaman sekitar 5-7 meter tersebut.

"Keduanya turun ke sungai saat itu sekitar pukul 10.30 WIB, tapi hingga pukul 13.00 WIB keduanya tak diketahui keberadaannya. Hanya pakaian dan telepon selulernya saja yang ditemukan di pinggir sungai oleh warga," ujar Agus (40), warga setempat.

Sebelumnya, korban Handoko dan Bagus, sebenarnya tengah berkunjung ke tempat saudaranya bernama Yanto (40), yang tinggal di Kampung Kerikil. Kebetulan di kampung itu tengah diadakan ritual nyadran (takziah jelang Ramadan) di desa sehingga mereka bermain ke rumah Yanto.

Setelah itu, keduanya sempat terlihat oleh warga sekitar berenang di tepian Sungai Progo di Desa Kerikil, Kecamatan Temanggung, Jateng. Namun, setelah tiga jam lebih keduanya tidak muncul kembali. Kuatir dengan keberadaan keduanya, akhirnya warga melaporkan kejadian itu ke Polres Temanggung.

Petugas polisi akhirnya bersama tim SAR langsung melakukan upaya pencarian dengan menyelam menyusuri sepanjang hulu dan hilir Sungai Progo yang dikenal memiliki arus yang deras.

Kasatreskrim Polres Temanggung AKP Agung Setyo Budi Utomo ketika dikonfirmasi di sela-sela melakukan pencarian korban di TKP membenarkan adanya kejadian itu. Dijelaskan, Agung kemungkinan kedua pemuda itu tidak bisa berenang lalu tenggelam.

Pencarian korban masih terus dilakukan oleh warga di bantu tim SAR, TNI dan Polri. Korban Handoko kemudian berhasil ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB dalam keadaan tak bernyawa, sementara Bagus belum berhasil ditemukan.

Jenasah Handoko saat ini sudah dilarikan ke RSUD Temanggung untuk dilakukan visum. Sementara jenazah Bagus masih dalam proses pencarian. Besar kemungkinan, proses pencarian akan dihentikan karena hari sudah malam.

sumber :
Merdeka.com

Usai Acara Upacara Selamatan,Dua Warga Temanggung Tenggelam



Informasi Seputar Sindoro-- 
Dua warga Desa Muntung RT 03 RW 03, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, tenggelam di Sungai Progo usai mengikuti acara nyadran (selamatan). 

Salah satu dari korban, Handoko(30), ditemukan sudah meninggal. Sementara seorang korban lagi, Bagus Danar Suhendra (21), Jumat (13/7) malam, belum ditemukan.

Awalnya kedua korban mengikuti acara nyadran di tempat saudaranya di Dusun Krikil, Kelurahan Walileton, Temanggung, Jumat (13/7) sekitar pukul 10.30 WIB. 

Merasa akan buang hajat keduanya pergi ke Sungai Progo yang juga di daerah kelurahan setempat. Usai membuang hajat, keduanya memutuskan sekalian mandi di Kedung Pendem yang dalamnya sekitar lima meter.

"Bagus coba menolong Handoko yang tiba-tiba mulai tenggelam. Tapi keduanya malah tenggelam semua," kata saksi mata sekaligus teman korban, Asfan Mahmud (19).

Asfan tidak berani menolong keduanya karena merasa tidak bisa berenang. Namun, mengetahui kedua temannya tidak kunjung ke luar dari dalam air, dia mencoba mencari pertolongan ke warga desa. Warga pun mulai berdatangan dengan membawa peralatan seadanya untuk mencoba mencari kedua korban. Namun mereka tidak berhasil menemukanya.

"Saya tidak tahu kalau akan terjadi begini, padahal saya sudah melarang Handoko untuk berenang, kami tahu kondisi kedung ini tapi dia nekat," ujar Asfan.

Hingga akhirnya tim gabungan dari SAR, Polisi, dan Kodim 0706 Temanggung serta warga lainnya datang ke lokasi kejadian perkara. Mereka membantu mencari para korban, namun karena arus sungai cukup deras dan dalam sehingga tim gabungan kewalahan.

Baru sekitar pukul 16.00 WIB dua penyelam dari satuan TNI akhirnya menemukan salah satu korban, yakni Handoko. Dia ditemukan sudah terbujur kaku di dasar sungai, dan kemudian langsung dibawa ke rumah saudaranya, Yanto. Hingga berita ini ditulis rencananya jenazah korban akan dibawa ke RSUD Djojonegoro Temanggung untuk diotopsi.

"Pencarian hanya dapat kami lakukan sampai petang. Jadi jika satu korban lagi belum bisa ditemukan, kemungkinan pencarian akan kami lanjutkan pada esok harinya (hari ini_ Red)," kata Kasatreskrim Polres Temanggung, AKP Agung Setia Budi Utomo.

Agung menyebutkan, bahwa kedua korban tenggelam ini diperkirakan terpeleset saat mandi di sungai. Kemudian jatuh, dan karena tidak bisa berenang sehingga tenggelam. "Nanti kita akan bantu saat evakuasi para korban dan perawatan medisnya," katanya. (*)

Sumber :
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG 
Laporan Reporter Tribun Jogja, M Nur Huda
Penulis : Mukhamad Nur Huda     ||     Editor : M Iwan Al Khasni SIP

Gempa 5,1 Skala Ritcer Guncang Cilacap, Warga Berlarian

Ilustrasi

ISS - Warga Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dikejutkan oleh gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (14/7/2012) dini hari. Guncangan gempa tersebut terasa sangat kencang sehingga warga yang sudah tidur terbangun.

Berdasarkan pantauan di Desa Kalikudi, Kecamatan Adipala, Cilacap, beberapa warga terlihat berlarian ke luar dari rumah mereka. Bahkan dari kejauhan terdengan suara kentongan yang dipukul oleh warga.

"Saya sangat terkejut dan langsung bangun dari tempat tidur karena guncangan gempa terasa sangat kencang," kata seorang warga setempat, Maryam (61).

Dia yang sedang sakit mengaku sangat pusing akibat guncangan gempa tersebut.

Petugas Stasiun Meteorologi Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan, gempa pada Sabtu pukul 00.57.04 WIB itu berkekuatan 5,1 Skala Richter (SR).

"Gempa tersebut berlokasi di 8,37 lintang selatan dan 109,02 bujur timur atau 102 kilometer barat daya Kebumen atau 103 kilometer tenggara Cilacap dengan kedalaman 10 kilometer," katanya.

Menurut dia, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Belum ada laporan mengenai kerusakan akibat gempa tersebut.

 

Sumber :
ANT
Editor :
Aloysius Gonsaga Angi Ebo

Ritual Mandi, Dua Pemuda Hanyut di Kali Progo


informasi Seputar Sindoro,  — Dua pemuda, Handoko (21) dan Bagus Danar Juwendro (20), hanyut di Kali Progo, Kelurahan Walitelon Selatan, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jumat (13/7/2012) siang.

Dua pemuda asal Desa Muntung, Kecamatan Candiroto, ini hanyut setelah melakukan ritual mandi, membersihkan diri menjelang bulan puasa. Agus, salah seorang warga, mengatakan, dua pemuda terlihat berenang mulai pukul 10.30 WIB dan belum kembali muncul permukaan hingga pukul 13.00 WIB.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Temanggung Ajun Komisaris Agung Setiabudi mengatakan, hingga pukul 15.00 WIB, dua pemuda ini belum ditemukan dan proses pencarian masih terus dilakukan.

Sumber : 

Magelang,KOMPAS.com

Statistik Pengunjung